✔ Partikel Penyusun Bahan (Atom, Molekul, Dan Ion) Beserta Penjelasannya

Partikel Penyusun Materi (Atom, Molekul, dan Ion) Beserta Penjelasannya


Amongguru.com.  Partikel ialah sebuah satuan dasar dari benda atau materi. Dapat diartikan juga bahwa partikel merupakan satuan serpihan terkecil dari suatu materi.


Terdapat tiga jenis partikel penyusun materi, yaitu atom, molekul, dan ion.  Dengan demikian, atom, molekul, dan ion ketiganya merupakan satuan terkecil dari materi yang secara umum disebut partikel.


ialah


A. Atom


Keberadaan partikel terkecil yang menyusun materi dikemukakan pertama kali oleh dua orang mahir filsafat Yunani, yaitu Leucippus dan Demokritus, pada sekitar 450 tahun sebelum masehi.


Mereka beropini bahwa semua materi tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil dan tidak sanggup dibagi-bagi lagi.


Partikel tersebut kemudian dinamakan dengan atom. Kata “atom” berasal dari bahasa Yunani, atomos (berarti tidak dan tomos berarti terbagi).


Sampai ketika ini, insan belum bisa untuk melihat partikel terkecil dari zat secara pribadi maupun dengan sumbangan alat mikroskop canggih sekali pun. Dengan demikian, bentuk atom sendiri belum pernah ada yang mengetahuinya.


Berdasarkan banyak sekali fenomena yang ada, John Dalton (1766 – 1844) yang merupakan seorang guru  kimia dari Inggris, pada tahun 1808 mengajukan aliran wacana partikel terkecil penyusun materi. Baca juga : Biografi John Dalton Pencetus Teori Atom Modern dari Inggris.


Intisari dari aliran John Dalton yang mendasari pengertian atom ialah sebagai berikut.


  • Setiap unsur terdiri atas partikel-partikel terkecil yang tidak sanggup dibagi lagi, disebut atom.

  • Semua atom dari unsur-unsur yang sama mempunyai ukuran dan massa yang sama. Atom-atom dari unsur yang berbeda mempunyai massa yang berbeda pula.

  • Atom-atom tidak sanggup dirusak. Atom juga tidak sanggup diciptakan atau dimusnahkan melalui reaksi kimia.

  • Melalui reaksi kimia, atom-atom dari pereaksi akan mempunyai susunan yang gres dan saling terikat satu sama lainnya, dengan rasio atau perbandingan bilangan tertentu.


ialah


Pemikiran Dalton wacana atom tersebut dikenal dengan istilah model atom Dalton. Meskipun masih banyak kelemahan dari teori atom Dalton, akan tetapi harus diakui bahwa Dalton ialah orang yang pertama kali mengemukakan perbedaan antara atom dengan senyawa.


Atom yang dalam keadaan sendiri (tunggal) tidak mempunyai sifat-sifat tertentu, menyerupai warna, wujud, massa jenis, daya hantar listrik, titik didih, dan titik leleh.


Sifat-sifat tersebut gres akan muncul sesudah atom-atom dalam jumlah besar bergabung membentuk kumpulan atom dengan cara-cara tertentu.


Misalnya, grafit dan intan. Kedua zat ini mempunyai sifat yang berbeda, dimana intan sangat keras dan tembus pandang, sedangkan grafit bersifat lunak, hitam, dan tidak tembus pandang.


Kedua zat dengan sifat berbeda tersebut dibuat oleh atom dari unsur yang sama, yaitu karbon. Apabila kedua zat dibakar, maka akan menghasilkan zat yang sama, yaitu karbondioksida (CO2).


Jadi, secara umum sanggup dikatakan bahwa cara-cara atom berikatan akan memilih sifat dari zat yang dibentuk.


Unsur-unsur logam, menyerupai natrium, kalsium, tembaga, emas, dan besi berada dalam keadaan bebas atau tidak bersenyawa dengan unsur lain, tersusun atas partikel terkecil materi yang termasuk dalam golongan atom. Makara sepotong besi disusun oleh atom-atom besi yang mempunyai pola atau struktur tertentu.


ialah
Model susunan atom besi

Unsur-unsur non logam, dalam keadaan bebasnya atau tidak berikatan dengan unsur lain, sanggup tersusun atas atom-atom atau molekul.


Misalnya, unsur-unsur dari golongan gas mulia, menyerupai helium (He), neon (Ne), argon (Ag), kripton (Kr), Xenon (Xe), dan radon (Rd).


Partikel Penyusun Atom


Partikel penyusun atom terdiri dari proton, elektron, dan neutron. Proton merupakan serpihan penyusun atom yang mempunyai muatan positif.


Elektron ialah serpihan penyusun atom yang bermuatan negatif. Sedangkan neutron merupakan serpihan penyusun atom yang netral atau tidak bermuatan.


Susunan atom netral

Benda dikatakan bermuatan positif, jikalau jumlah proton lebih besar dari jumlah elektron. Benda bermuatan negatif, jikalau jumlah elektron lebih besar dari jumlah proton. Sedangkan benda netral, jikalau jumlah proton sama dengan jumlah elektron.


ialah


B. Molekul


Banyak partikel terkecil dari suatu zat di alam yang bukan merupakan atom, tunggal, melainkan adonan dari dua atau lebih atom unsur, baik dari unsur yang sama maupun berbeda.


Gabungan dari dua atom atau lebih yang berasal dari unsur yang sama atau berbeda disebut molekul.


Apabila atomnya berasal dari unsur yang sama, maka molekul tersebut dinamakan molekul unsur.


Jika satu molekul tersusun atas dua atau lebih atom dari unsur yang berbeda, maka disebut molekul senyawa.


Tidak menyerupai unsur logam yang partikel-partikel terkecilnya tersusun atas atom, partikel-partikel terkecil dari unsur bukan logam sanggup berupa atom maupun molekul.


Unsur-unsur golongan gas mulia (VIIIA) tersusun atas partikel-partikel terkecil kelompok atom. Sedangkan unsur-unsur golongan halogen (VIIA) tersusun atas molekul unsur.


1. Molekul Unsur 


Molekul unsur ialah molekul yang tersusun atas dua atau lebih atom dari unsur yang sama. Contoh molekul unsur ialah molekul oksigen (O2)


ialah


Sesuai gambar di atas, terlihat bahwa molekul gas oksigen tersusun atas dua atom unsur yang sama, yaitu atom oksigen.


Contoh molekul unsur yang lain ialah molekul yang dibuat oleh atom unsur hidrogen.


ialah


Dua atom unsur hidrogen akan membentuk molekul unsur diatomik (tersusun oleh dua buah atom) dengan rumus kimia H2.


ialah


Unsur nitrogen juga tersusun  atas molekul diatomik dengan rumus molekul N2. Selain bisa membentuk molekul diatomik, beberapa unsur bukan logam juga bisa membentuk molekul poliatomik, yaitu molekul yang tersusun atas tiga atau lebih atom).


Misalnya, ozon (O3), merupakan molekul yang tersusun atas tiga buah atom unsur oksigen. Belerang juga bisa membentuk molekul poliatomik dengan susunan 8 atom sulfur (S8).


ialah


2. Molekul Senyawa


Molekul unsur ialah molekul yang tersusun atas dua atau lebih atom dari unsur yang berbeda. Contoh zat yang partikel terkecilnya merupakan molekul senyawa ialah air.ialah


Air yang biasa kita minum mengandung partikel-partikel terkecil yang disebut molekul air. Molekul air tersusun atas dua atom unsur hidrogen dan satu atom unsur oksigen dengan rumus kimia H2O.


Karena molekul air tersusun atas atom-atom unsur yang berbeda, maka molekul air termasuk dalam molekul senyawa.


Beberapa teladan molekul senyawa lainnya, ialah gas karbon monoksida (CO), gas karbon dioksida (CO2), garam dapur (NaCl), dan kalium hidroksida (Kl(OH)2).


ialah


C. Ion


Ion merupakan  atom atau molekul yang telah memperoleh atau kehilangan satu atau lebih elektron valensi, sehingga menghasilkan muatan listrik kasatmata atau negatif.


Berdasarkan pengertian ion tersebut, sanggup dijelaskan bahwa ion terbentuk lantaran ketidakseimbangan jumlah proton (partikel bermuatan positif) dan elektron (partikel bermuatan negatif) dalam spesi kimia.


Apabila jumlah elektron lebih sedikit dari proton atau kehilangan elektron, maka ion tersebut bermuatan positif.


Akan tetapi, jikalau jumlah elektron lebih banyak dari proton atau mendapatkan elektron, maka ion tersebut bermuatan negatif.


Sejarah Penemuan Ion


Istilah ion pertama kali diperkenalkan oleh spesialis kimia dan fisika Inggris berjulukan Michael Faraday pada tahun 1834. Kata ion sendiri berasal dari kata Yunani, ion atau ienai, yang berarti pergi.


Pada ketika itu, Michael Faraday menemukan spesi kimia yang bergerak dari satu elektroda ke elektroda lain dalam larutan berair.


Meskipun tidak sanggup mengidentifikasi partikel yang bergerak di antara elektroda tersebut, tetapi Faraday mengetahui bahwa ketika logam larut ke dalam dan memasuki larutan pada satu elektrode, logam gres muncul dari larutan pada elektrode lainnya.


Zat tersebut telah bergerak melalui larutan dalam suatu arus. Ini membawa materi dari satu daerah ke daerah lain. Partikel inilah yang selanjutnya disebut ion.


Faraday juga memperkenalkan kata anion untuk ion bermuatan negatif, dan kation untuk ion bermuatan positif.


Di dalam tatanama Faraday, kation dinamakan demikian lantaran mereka tertarik ke katode dalam perangkat galvani dan anion dinamakan demikian lantaran mereka tertarik ke anode.


Karakteristik Ion


Zat yang terionisasi pada umumnya mempunyai sifat dan sikap yang berbeda daripada ketika zat tersebut pada kondisi netral.


Hal yang umum terjadi ialah suatu zat yang bersifat isolator atau non-konduktor akan menjadi konduktor atau bisa menghantarkan listrik ketika zat tersebut terionisasi.


Ketika suatu atom atau molekul  menjelma ion, maka atom atau molekul tersebut menjadi sesuatu yang sepenuhnya baru.


Pada ketika suatu materi berada dalam kondisi ion, maka materi tersebut akan lebih reaktif atau gampang bereaksi dengan zat lain.


Hal ini terjadi lantaran pada kondisi ion, suatu atom atau molekul mempunyai energi yang lebih tinggi sehingga cenderung akan bereaksi dengan zat lain yang berada di sekitarnya dan memungkinkan untuk terjadinya reaksi.


Dengan bereaksi atau berikatan dengan zat lain, maka muatan akan menjadi netral kembali sehingga energi dari materi itu akan lebih rendah atau menjadi lebih stabil.


Senyawa ionik sanggup berasal dari materi logam maupun nonlogam. Sebagian besar senyawa ionik sanggup larut dalam air, tetapi tidak semua yang larut dalam air bersifat ionik.


Kondisi tersebut disebabkan lantaran molekul air sanggup menembus kristal atau kisi kristal sehingga memecah atau melemahkan kekuatan elektrostatik yang besar lengan berkuasa antara ikatan kation dan anion.


Ketika ikatan tersebut terbuka, maka suatu senyawa ionik akan menjadi larut dalam air dalam keadaan ionisasi.


Sedangkan dalam pelarut organik, senyawa ionik ini tidak larut dalam pelarut organik menyerupai dalam eter, n-hexane, alkohol, maupun dalam pelarut organik lainnya.


jenis-jenis Ion dan Contohnya


Ion sanggup dikelompokkan menjadi dua kategori besar, yaitu kation dan anion.


1. Kation


Kation ialah ion yang membawa muatan kasatmata higienis lantaran jumlah proton dalam spesies lebih besar daripada jumlah elektron.


Kation pada umumnya terbentuk akhir dari suatu spesi yang kehilangan satu atau lebih elektronnya.


Rumus untuk kation ditunjukkan dengan tanda “+” dengan diawali angka yang menunjukkan jumlah muatan.


Misalnya yaitu H+ berarti atom hidrogen yang bermuatan 1+, untuk Ca2+ merupakan kalsium yang bermuatan 2+.


2. Anion


Anion ialah ion yang membawa muatan negatif. Anion sanggup terbentuk lantaran suatu spesi menarik atau menangkap elektron dari spesi lain yang kehilangan elektron.


Di dalam kimia, anion biasa dituliskan dengan tanda “-“ yang sama menyerupai kation dengan diawali angka yang menunjukkan besar muatannya.


Muatan pada anion diindikasikan memakai superscript sesudah rumus kimia. Sebagai contoh, Cl ialah simbol untuk anion klorin, yang membawa muatan negatif tunggal (-1).  Contoh lainnya ialah simbol untuk anion sulfat ditulis sebagai SO42- yang bermuatan 2-.


Ion Monoatomik dan Poliatomik


Ion monoatomik ialah ion yang terdiri dari satu atom, itu disebut ion monatomik. Contohnya ialah ion hidrogen, H +.


Sedangkan ion poliatomik, juga disebut ion molekuler, terdiri dari dua atom atau lebih. Contoh dari ion poliatomik ialah anion dikromat : Cr2O72-


Demikian ulasan mengenai partikel penyusun materi (atom, molekul, ion) dan penjelasannya. Semoga bermanfaat.


Belum ada Komentar untuk "✔ Partikel Penyusun Bahan (Atom, Molekul, Dan Ion) Beserta Penjelasannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel